Tambah Guru Besar, Prodi IAT Perkuat Posisi sebagai Pusat Kajian Tafsir Unggulan

 

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau kembali menorehkan capaian akademik membanggakan dengan bertambahnya satu Guru Besar baru, yaitu Prof. Dr. Afrizal Nur dalam bidang Tafsir Kontemporer.

Dengan capaian tersebut, Prodi IAT kini memiliki dua Guru Besar, yakni Prof. Dr. Afrizal Nur dan Prof. Dr. Syamruddin. Penambahan ini semakin memperkuat posisi Prodi IAT sebagai salah satu pusat kajian Al-Qur’an dan tafsir unggulan di lingkungan UIN Suska Riau maupun di tingkat nasional.

Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Hj. Rina Rehayati, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bertambahnya Guru Besar di lingkungan Prodi IAT. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator berkembangnya kualitas akademik dan sumber daya manusia di Fakultas Ushuluddin.

“Penambahan Guru Besar ini menjadi kebanggaan bagi Fakultas Ushuluddin. Kehadiran Prof. Dr. Afrizal Nur diharapkan semakin memperkuat pengembangan kajian tafsir kontemporer serta meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Prodi IAT, Dr. Jani Arni, menegaskan bahwa capaian ini menjadi motivasi besar bagi seluruh civitas akademika Prodi IAT untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing akademik.

“Alhamdulillah, bertambahnya Guru Besar menjadi bukti bahwa Prodi IAT terus berkembang dan memiliki kekuatan akademik yang semakin matang. Saat ini hampir seluruh dosen Prodi IAT telah bergelar doktor (S3), sehingga menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas prodi sebagai pusat kajian Al-Qur’an dan tafsir yang unggul,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan dua Guru Besar di lingkungan Prodi IAT akan semakin memperluas kontribusi akademik, khususnya dalam pengembangan kajian tafsir yang responsif terhadap isu-isu kontemporer dan kebutuhan masyarakat modern.

Capaian ini diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi akademik Prodi IAT, tetapi juga memperkuat perannya dalam melahirkan lulusan yang kompeten, kritis, dan berdaya saing di bidang kajian Al-Qur’an dan tafsir, baik di tingkat nasional maupun internasional.

 

Leave a Reply