Pekanbaru — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) UIN Sultan Syarif Kasim Riau dalam ajang Toba Creative Competition (TCC) 2026. Tim mahasiswa IAT yang terdiri dari Fadil Fauzan (angkatan 2023) dan Mhd. Wahyudi (angkatan 2021) berhasil meraih Juara 2 cabang Toba Essay Competition (TEC) sekaligus menyabet penghargaan Best Paper pada kompetisi tingkat nasional yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Toba Creative Competition 2026 diselenggarakan oleh kompeni.idn bekerja sama dengan Politeknik Ganesha Medan dengan mengusung tema besar “Spirit of Toba: Inspiring Innovation, Sustaining Culture, Generasi Muda Berkarya, Indonesia Berdaya.” Rangkaian kegiatan berlangsung secara luring pada 6–9 Februari 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara.
Kompetisi ini diawali dengan proses seleksi ketat melalui penilaian abstrak dan full paper. Dari seluruh peserta, terpilih lima karya terbaik pada kategori Toba Research Competition (TRC) dan sepuluh karya terbaik pada kategori Toba Essay Competition (TEC). Para finalis kemudian diundang untuk mempresentasikan karyanya secara langsung sebagai tahap akhir penentuan juara.
Pada 7 Februari 2026, tim UIN Suska Riau mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan tiga dewan juri di Politeknik Ganesha Medan. Selanjutnya, pada 8 Februari 2026, seluruh finalis mengikuti kegiatan field trip ke kawasan Danau Toba sebagai bagian dari rangkaian utama TCC 2026 guna memperkuat pemahaman kontekstual terkait isu pariwisata, budaya, dan keberlanjutan.
Dalam kompetisi tersebut, Fadil dan Wahyudi mengusung karya berjudul “Tamang Eco-Tourism: Membangun Masa Depan Berkelanjutan Melalui Community-Based Tourism di Pulau Tamang, Kabupaten Mandailing Natal.” Karya ini menawarkan model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism/CBT) sebagai strategi pembangunan yang berkeadilan sosial dan ramah lingkungan.
Pulau Tamang yang terletak di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal—sekaligus kampung halaman Fadil Fauzan—memiliki potensi besar berupa pantai alami, hutan mangrove, ekosistem laut, serta kearifan lokal masyarakat pesisir. Namun, potensi tersebut dinilai belum dikelola secara optimal. Melalui konsep Tamang Eco-Tourism, tim menawarkan integrasi antara konservasi lingkungan pesisir, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan nilai budaya, serta digitalisasi promosi wisata dengan masyarakat lokal sebagai aktor utama pengelola destinasi.
Selain meraih Juara 2, tim mahasiswa IAT UIN Suska Riau juga dianugerahi penghargaan Best Paper melalui karya berjudul “DURIKOOKI: Inovasi Ekonomi Sirkular dari Limbah Biji Durian untuk Pangan Sehat dan Wirausaha Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.” Karya ini dinilai unggul karena menghadirkan solusi inovatif berbasis ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah biji durian menjadi produk pangan bernilai tambah, sekaligus membuka peluang wirausaha berkelanjutan bagi masyarakat.
Dewan juri menilai kedua karya tersebut memiliki kekuatan pada aspek inovasi, keberlanjutan, serta relevansi terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Suska Riau, Dr. Jani Arni, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa IAT tidak hanya unggul dalam kajian teks dan studi keislaman, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan yang kontekstual, solutif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Inilah wujud integrasi antara nilai-nilai Al-Qur’an dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi sosial,” ujarnya.
Ia juga berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berani berkompetisi dan mengembangkan riset yang responsif terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Keberhasilan ini semakin mempertegas posisi UIN Sultan Syarif Kasim Riau sebagai perguruan tinggi yang mendorong inovasi, kepedulian terhadap keberlanjutan, serta kontribusi nyata generasi muda dalam pembangunan Indonesia.



