Lima Puluh Kota — Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota memberikan Penghargaan Pemuda Berdampak kepada Muhammad Raffin Althafullayya, mahasiswa alumni Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2025, atas kontribusinya dalam pengembangan riset dan pengelolaan Kampung Zakat yang mendukung Asta Protas Kementerian Agama RI serta penguatan Indeks Desa Membangun (IDM).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, Dr. H. Irwan M., M.Ag., dalam rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini dirangkai dengan tasyakuran, doa, dan zikir bersama sebagai bentuk refleksi spiritual dan ikhtiar kolektif untuk kebaikan bangsa.
Acara tersebut turut dihadiri oleh BAZNAS, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Nagari Syariah, seluruh jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Lima Puluh Kota, serta perwakilan instansi pendidikan.
Muhammad Raffin dinilai berhasil menginisiasi dan mengembangkan Desa Mangunai sebagai model Kampung Zakatmelalui kolaborasi Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota. Program ini berfokus pada pemberdayaan kelompok lansia dan penyandang disabilitas, dengan pendekatan integratif antara nilai keagamaan, riset akademik, dan pembangunan sosial desa.
Inisiatif tersebut dikaji melalui riset tafsir tematik dengan rujukan Tafsir al-Manar, sehingga memberikan landasan teoretis yang kuat dalam pengelolaan zakat berbasis keadilan sosial dan pemberdayaan umat. Hasil riset ini kemudian dipresentasikan dalam berbagai lomba riset tingkat nasional dan internasional, serta dipublikasikan dalam Conference Zakat 2025 di Padang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Universitas Darussalam Gontor dan BAZNAS.
Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Dr. Jani Arni, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menilai penghargaan ini sebagai bukti konkret relevansi kajian akademik dengan kebutuhan masyarakat.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa riset keislaman, khususnya kajian tafsir, tidak berhenti pada tataran teoritis, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata untuk menjawab persoalan sosial umat. Kami sangat mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam mengintegrasikan keilmuan tafsir dengan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program Kampung Zakat menjadi bagian penting dari penguatan profil lulusan yang adaptif, transformatif, dan responsif terhadap isu-isu pembangunan.
Sementara itu, Kepala Seksi Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Lima Puluh Kota, Ust. Memen Efendi, M.Pd.I., menyampaikan bahwa riset dan implementasi Kampung Zakat tersebut merupakan contoh praktik baik pengelolaan zakat produktif yang berbasis data, riset, dan kolaborasi lintas sektor. Sebagai bentuk apresiasi tambahan, Muhammad Raffin juga menerima hadiah dan dukungan dari Bank Nagari Syariah dan BAZNAS, sebagai wujud dorongan terhadap peran pemuda dalam inovasi pengelolaan zakat dan pembangunan masyarakat.
Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda lainnya untuk berkontribusi melalui riset terapan dan pengabdian masyarakat, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat.


